Doa Ibu

Among, maaf Ibu lama tak nulis di sini. Ulang tahunmu baru saja berlalu. Yey, kamu sudah 3 tahun!

Hampir semua ibu pasti mendoakan yang terbaik untuk anaknya, bukan? Doa agar anaknya selalu sehat dan bahagia, harapan supaya sang anak senantiasa beruntung dan tak mendapatkan kemalangan. Bukankah seharusnya memang seperti itu?

Ya, tadinya Ibu juga ingin selalu mendoakanmu seperti itu. Ibu ingin agar Among selalu sehat dan penuh berkat. Apalagi selain itu? Dengan kesehatan, kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan. Berkat akan memudahkanmu menjalani hari-harimu. Ya, seperti itu.

Akan tetapi, akhir-akhir ini Ibu malah punya pertimbangan lain. Ah, mungkin kau belum bisa paham sekarang tapi semoga seiring bertambahnya usia, kau akan lebih mengerti. Jika tak paham dan ingin tahu, tanyakan ke Ibu langsung ya, Nak?

Hm, tadi Ibu ingin menuliskan apa ya? Kok malah ngelantur. Ah iya, mendoakan yang terbaik. Ibu sadar jika (sebagian besar dari) kita tak bisa meramalkan kejadian di masa datang, peristiwa yang belum kita alami. Hampir semua orang pasti berharap akan menemui peristiwa menyenangkan atau mendapatkan keberuntungan dan kemudahan.

Namun, Ibu juga menyadari jika kadang kita tak mendapatkan apa yang kita inginkan atau mengalami peristiwa di luar dugaan. Kejadian buruk, peristiwa menyedihkan…tak selalu bisa kita hindari. Apakah kau sudah mengalaminya, Nak?

Saat ini Ibu hanya mulai membiasakan saja, tidak berharap terlalu indah tapi ada suara yang membisikkan kemungkinan sebaliknya. Oiya, mungkin itu juga karena Ibu sendiri. Di pikiran ini sering ada dua hal  yang bertentangan saat Ibu menghadapi atau berpendapat tentang sesuatu. Jadi, Ibu malah lebih sering terlihat tidak tegas. Ah, Ibu akan menuliskannya lain waktu tentang hal itu.

Kembali pada doa Ibu untukmu kali ini, ya. Mulai tahun ini Ibu hanya mampu mendoakan agar apapun yang akan kau hadapi nanti, entah sedih atau menyenangkan, semua itu akan membuatmu lebih tegar dan menguatkanmu dalam menjalani hari-hari selanjutnya. Ibu memang akan selalu mendukungmu, tapi jika kau bisa lebih kuat setiap hari…bukankah kau pun takkan mudah jatuh dan mungkin bisa menjadi penopang bagi orang lain? Aih, Ibu merasa sudah membayangkan terlampau jauh.

Among, semoga kau bertumbuh dengan baik setiap hari, ya. Setiap hari pula Ibu akan berusaha mendoakanmu.

Suatu pagi…

24 Mei 2016

IMG_20160310_105354

Foto Dokumen Pribadi

Iklan

One thought on “Doa Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s